Hendaklah ada segolongan dintara kamu yang menyeru
Pada yang ma’ruf dan mencegah terhadap
Kemungkaran
Putaran roda dunia ini terus bergerak sesuai dengan kehendak-Nya seiring dengan segala kejadian-kejadian yang telah berlallu dan terlewati. Hanya orang-orang yang berpikir yang mampu menjadikan segala kejadian telah lewat untuk dijadikan ibrah diri ke arah yang lebih komprehensif. Sosok insan ulul albab yang digambarkan dalam Al-Qur’an, yang menjadi patokan perfect dalam berkehidupan, dan salah satu ciri dari insan ulul albab yakni dilihat dari sisi amar ma’ruf nahi munkarnya (red: Dakwah) dalam hal ini dilihat pada aspek keprogresifannya dalam mengusung amanah dakwah.
Dakwah bukanlah pilihan akan tetapi bagian dari keharusan. Persoalannya kemudian, apakah kita menyadari akan keharusan itu?? Rasulullah yang merupakan nabi akhir zaman kini telah tiada, apakah risalahnya akan berhenti pada masanya? Pada konteks saat ini yang menjadi penerus risalah mereka (red:para nabi dan rasul) adalah kita ikhwah.
Berdakwah merupakan rangkaian dari peran-peran kenabian. Ingat....! “mengurusi dakwah adalah bentuk implementasi dari peran-peran kenabian, maka berbahagialah mereka-mereka yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi pengurus dakwah (terkhusus dakwah kampus)”.
Perjuangan tuk memantik api revolusi (red:kebangkitan islam) bukanlah suatu hal yang tidak beralasan. Ending dari dakwah kita, seharusnya terpusat pada eksisnya nilai-nilai keislaman yang dimana ibadah tidak lagi dijadikan hanya sebatas rutinitas ritual religius semata. Intinya merupakan upaya revitalisasi peran generasi muda dalam percepatan pembangunan bangsa serta syiar islam. Seorang Nabi dan Rasul tidaklah mungkin diutus kemuka bumi jika bukan karena revolusi.
Dalam upaya kebanngkitan islam tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu adanya aktor kebangkitan yang siap untuk menyiapkan segala macam perangkat-perangkat pendukung kebangkitan. Proyek dakwah ini mesti kita ambil dan kita jalankan yang tentunya tetap dalam bingkai keoptimisan akan janji Allah ini, keistiqamahan,serta semangat yang membara. Terus bergerak tuk menuntaskan perubahan, mari bersama kita menyusun dengan rapi “batu bata” bangunan izzah islam wal muslimin.
Sebab, dalam dakwah tidak boleh lelah, tatkala kelelahan dalam berdakwah bersemayam dalam diri kita, maka kembali kuatkan azzam bahwa dengan keikhlasan segalanya
¤ Penullis adalah aktivis Lembaga Dakwah Kampus. Saat ini sedang menimbah ilmu di universitas tercinta Untad.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar