Jiwa muda adalah jiwa yang penuh semangat, enerjik , produktif, dan berkemauan keras. Maka tidak salah kalau di katakan pemuda adalah harapan umat, generasi umat, yang akan melanjutkan kelangsungan perjuangan yang telah dirintis oleh orang-orang sebelum mereka, di tangan pemudalah cita-cita umat ini akan di embankan.
lalu sebagai pelanjut estafet perjuangan para pendahulu kita, apa yang telah kita persiapkan, untuk melanjutakan perjuangan mereka, yang telah mereka rintis dengan linangan darah dan air mata ini.
Maka sobat-sobat muda mari kita isi masa yang penuh dengan semangat ini dengan sesuatu yang bernilai positif, yang akan menjadi bekal kita dalam mengarungi kehidupan yang lebih berat di masa-masa yang akan datang, terutama menghadapi era globalisasi. So what happen with globalisasi ?. nah teman-teman mesti tahu neh, era globalisasi telah memakan banyak korban lho…terutama remaja-remaja muslim kita yang telah menjadi korban mode ,akibatnya tidak sedikit dari remaja Islam yang kehilangan jati diri akibat globalisasi ini, akhirnya hanya demi sebuah trend, mereka rela menjual aqidahnya. Berbagai alasanpun bermunculan untuk membenarkan tingkah mereka mulai dari ingin di bilang gaullah, ngga ketinggalan zamanlah, mengikuti modelah, yang semuanya berasal dari artis-artis idola mereka, sehingga apa yang di lakukan artis pujaan mereka itulah yang mereka tiru, dengan motto muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. ironis bukan? Yang lebih memprihatinkan lagi setiap yang bersentuhan dengan agama di anggap tabu oleh mereka, dan di anggap ketinggalan zaman. Urusan shalat? mungkin ngga kepikir lagi di benak mereka, mereka beranggapan bahwa tobat adalah urusan belakangan yang dapat di lakukan ketika sudah tua nanti. Wah ternyata mereka ngga tau rupanya kalau malaikat pencabut nyawa ngga tanya umur dulu sebelum melakukan tugasnya.
Oleh karenanya penting bagi kita untuk mengadakan pembekalan diri mulai saat ini, dengan berusaha untuk tahu lebih banyak tentang agama. Why?. Karena rugi dong kita yang udah di berikan kenikmatan terlahir dalam keadaan Islam kemudian ngga tahu tentang Islam itu sendiri. Kemudian yang ngga kalah pentingnya lagi neh, coba-temen-temen bayangin kalau temen-temen uda pada married, dan punya anak. Nah gimana ngedidiknya biar bisa menjadi anak shaleh, kalau kita ngga punya ilmu yang memadai? Padahal anak kan amanat Allah. Dan anak yang shaleh dapat menyelamatkan orang tuanya dari siksa api neraka. Pokoknya ngga bakalan rugi deh, menjadi pemuda yang taat sama agama.
Lalu caranya gimana untuk bisa tahu tentang agama sedangkan basic kita bukan dari sekolah agama? Tenang men, it’s no problem. Karena sekarang ini banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menuntut ilmu agama walau tidak harus melalui bangku-bangku formal, misalnya nih, temen-temen bisa mulai dengan membaca buku-buku islami, bertanya kepada orang yang di anggap tahu tentang agama, menghadiri majelis-majelis ilmu. Dan seabrek kegiatan-kegiatan lain yang pastinya dapat menambah wawasan kamu tentang masalah-masalah agama. Intinya kita harus berusaha mencari guna untuk memperkaya pengetahuan kita tentang masalah-masalah agama, karena seperti halnya duit, ilmu juga ngga bakalan datang dengan sendirinya kalau ngga ada usaha dari diri kita untuk mencarinya.
So guy’s menjadikan masa muda dengan mendekatkan diri kepada Allah bukanlah hal yang ketinggalan zaman kok, dan ngga perlu pusing dengan ejekan-ejekan orang.
Rasulullah SAW pernah kan bersabda, gunakan 5 perkara sebelum datang 5 perkara salah satunya “masa muda mu sebelum datang masa tua mu”. Hadits inilah yang mestinya menjadi amunisi bagi kita untuk membekali diri, berubuat untuk umat karena, mumpung masih muda, mumpung masih kuat, coz kalau udah tua tentu kita ngga akan bisa berbuat sebagaimana ketika masih kita muda. Akhirnya ana ucapin selamat mencoba untuk menjadi pemuda muslim yang taat sama agama, dan takut sama dosa. Good luck, to be a true Moslem.
PENULIS ADALAH ARY FACHRY ALKILARY, PENGURUS UPIM KOORDINATOR DEP.KADERISASI





Tidak ada komentar:
Posting Komentar