Merokok adalah sebuah perilaku yang sudah menjadi rutinitas oleh hampir separuh lebih dari penduduk negeri ini, setiap para pecandunya memiliki motivasi yang berbeda kenapa mereka memilih untuk merokok, ada yang supaya dibilang macho dengan merokok, ingin diterima dalam pergaulan, ada yang katanya sudah kecanduan sehingga sulit untuk melepaskannya, bahkan ada yang beralasan sekedar iseng pengisi waktu dikala senggang.
Setiap iklan melalui media cetak maupun elektronik seakan menggambarkan bahwa merokok adalah aktifitas yang rugi untuk ditinggalkan, semboyan berbagai produk rokok seperti, Bikin hidup lebih hidup, pria punya selera, ternyata berhasil menenggelamkan citra buruk dari produk rokok itu sendiri, terbukti peringatan yang tertera dalam setiap kemasan rokok “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan impotensi dan janin” ternyata tidak berarti apa-apa bagi para konsumen rokok, dan rasanya para smoker mania pun tahu akan hal itu, mereka juga menyadari bahwa resiko penyakit akibat merokok bukanlah penyakit yang main-main, yang menjadi pertanyaan kini, kalau toh para perokok telah menyadari hal itu mengapa mereka masih tetap Istiqamah mempertahan kebiasaan yang kita harus sepakat tidak pantas untuk dikatakan baik.
Merokok merugikan diri sendiri, dan orang lain.
Selain berbahaya bagi diri sendiri dengan resiko penyakit bahkan kematian, merokok pun ternyata merugikan orang lain, dari berbagai situs di internet yang memuat tentang rokok mengatakan : “bahwa perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif”, artinya orang yang tidak merokok yang setiap harinya berada dilingkungan perokok lebih rentan untuk terkena dampak dari merokok ketimbang para perokok itu sendiri, sebab orang yang tidak merokok tersebut, setiap harinya menghirup asap rokok yang berasal dari mulut para perokok hii…menjijikkan bukan ??? . Ada kasus yang pernah terjadi untuk menggambarkan penjelasan diatas. Di sebuah angkutan umum, seorang lelaki dengan ekspresi tanpa dosa merokok didalam kendaraan tersebut, seorang ibu yang sedang asyik menikmati gula-gula karet meminta dengan ramah pada pemuda tadi untuk mematikan rokoknya karena mengganggu penumpang, tapi dengan meyakinkan pemuda tadi tidak mengabulkan permintaan sang ibu, seketika kemudian ibu tadi mengeluarkan gula-gula karetnya, lalu kemudian dengan nada yang datar ibu tadi berkata “Anda mau menikmati gula-gula karet saya”? tanya sang ibu. Dengan wajah keheranan dan logat kaili yang kental pemuda tadi menjawab “siapa juga yang mau makan gula-gula karet dari mulut mu”? kemudian ibu tadi menjelaskan dengan perkataan yang sopan “nah kalau anda tidak mau makan gula-gula karet yang dari mulutku, saya pun juga demikian tidak ingin menghirup udara rokok dari mulut anda”.
Tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi para pecinta rokok tanah air, namun sebagai bagian untuk menjalankan pesan Al-Qur’an Watawa sau bil Haq, saling menasehati dalam kebenaran. Akhirnya ana mengajak untuk sama-sama berani secara gentleman berusaha meninggalkan rokok. So…Siapa berani tinggalkan rokok ??? Wallahualambissawab.
Written By : Fahri Al-kilary





Tidak ada komentar:
Posting Komentar