BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...

Sabtu, Juni 13, 2009

GERAKAN ISLAM KAMPUS ; ARUS DERAS YANG TERUS BERGEJOLAK

Oleh : Andika Lawasi

Islam adalah agama yang penuh dengan kultur perjuangan. Bermula dari wahyu yang terasing, dijalankan oleh manusia terpilih, jujur, lagi ummi, diawali dari lokus tempat yang gelap adab, sarat ketertindasan dan keterhimpitan, namun akhirnya sanggup mengubah masyarakat dunia yang semula beku dan rakus menjadi kekuatan yang bergejolak dan kreatif sehingga melahirkan kebudayaan serta peradaban yang unggul dan menggetarkan seluruh dunia yang kala itu telah merasa mapan.

Gerakan dakwah islam di tataran kampus pun ikut juga mengulangi sejarah yang serupa pada saat pertama kali di laksanakan 14 abad silam tatkala agama ini mulai ditebarkan. Penjegalan demi penjegalan serta berbagai intervensi negative dari penguasa rezim orba yang goyah akibat hentakan-hentakan yang menggetarkan kedudukannya jika islam tegak dan bersistem di negeri ini, sempat membuat jejak-jejak dakwah islam terseok-seok dan melemah gemanya. namun, hal tersebut tidak sedikit pun menyurutkan jejak perjuangan dakwah islam. Kemajuan demi kemajuan dapat diraih dengan keistiqomahan yang tinggi, kesabaran yang teruji, serta dengan spirit ketauhidan yang menggebu-gebu dari para pejuang dakwah kampus yang tetap tegar berpijak ditengah-tengah kondisi yang serba sulit.

Tentunya kita masih bisa sedikit mengingat sejarah kelam dari jejak rekam perjuangan dakwah islam khususnya di Indonesia di akhir-akhir dekatnya keruntuhan rezim orba kala itu. Gerakan dakwah di berangus lantaran di anggap menanamkan benih-benih perlawanan yang akan mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri. Ketakutan penguasa akan gerakan- gerakan islam, sempat membuat mereka kerepotan dan kebakaran jenggot. Sejumlah kebijakan yang tak bijak dan tak cerdas muncul akibat perasaan yang pengecut ini dan semakin memperlihatkan kepengecutan mereka. Kebijakan mulai dari melarang aktivitas keagamaan, mempersempit lokasi kajian-kajian haraqah, sampai dengan menempuh upaya yang dianggap lebih sistematis, yaitu, dengan menerbitkan undang-undang keormasan No. 8 tahun 1968 yang isinya adalah mengharuskan setiap ormas-ormas kepemudaan dan kemasyarakatan yang ada di Indonesia agar menggunakan pancasila sebagai ideology pokok.

Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan apa yang menjadi ruh spirit dan gerakan islam yang banyak bertebaran di Indonesia kala itu. Sudah barang tentu upaya tersebut merupakan langkah “makar “pemerintah terhadap organisasi-organisai islam yang saat itu telah mekar serta melejit dengan sangat pesatnya.

Sampai pada saat ketika rezim orba runtuh dilindas oleh gerakan total reformasi yang banyak melibatkan aktivis dakwah, maka sedikit demi sedikit gerakan dakwah kampus menjadi lebih terbuka, menghentak-hentak, dan terus menggelinding hingga akhirnya memunculkan sebuah kekuatan baru pergerakan keislaman yang lebih progresif, kritis, dan terus menggemakan kebenaran. Kini gerakan dakwah kampus semakin progresif dan siap menggigit kuping penguasa yang tuli terhadap suara-suara kebenaran. ibarat sebuah arus deras yang terus berdenyut dan bergejolak, gerakan dakwah kampus akan terus mengalir dari hati ke hati, dari lisan ke lisan, dari dogma menjadi wacana, serta dari wacana menjadi keniscyaan yang akan mengubah masyarakat beku dan korup menjadi sebuah kekuatan yang bergejolak dan kreatif yang berujung pada lahirnya sebuah masyarakat yang beradab dan berbudaya.

Oleh karena itu, kepada rekan-rekan aktivis dakwah kampus, janganlah

pernah berhenti dalam memperjuangkan dan menggemakan ayat-ayat kebenaran ini. Teruslah menggelindingkan semangat ketauhidan agar nampak di mata mereka mana yang haq dan mana yang bathil. Paculah spirit ideology islam murni agar mampu menyadarkan pikiran yang tumpul, menjadi pelecut semangat dan gerakan pada abad yang mati, serta memacu getar, hidup dan darah pada urat-urat orang yang lembam dalam pikiran agama. Kita jadikan islam sebagai solusi total atas problematika yang mendera umat dan bangsa ini. Kita dengungkan dan terus menggemakan islam sebagai sistem hidup yang lebih unggul. Kita murnikan aqidah islam dari thagut dan bid’ah, kita entaskan umat dari ketertinggalan, serta kita satukan umat dalam anyaman persatuan ikatan ukhuwah islamiyah. Gelindingkan dan gelorakan terus gerakan dakwah ini, ibarat arus deras yang terus berdenyut dan bergejolak, tiada henti, tiada batas…!! Allahu Akbar.

Wallahu a’lam bi ash- shawwab…



Penulis adalah Koord. Departemen Syiar Dakwah Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (UPIM).) yang sekarang menimba ilmu di FAPERTA UNTAD





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

seNd yOur criTiCs N adViCes pLiZzz...!

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):